Birrul Waalidain

Kedua orang tua, mereka adalah orang yang paling berjasa kepada kita. Mereka adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan kita ke dunia ini. Beban yang berat telah mereka pikul dan rasakan, mulai saat merasakan beratnya mengandung, melahirkan sampai proses mendidik kita. Oleh karena itu sudah semestinya sebagai seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Kita bersungguh-sungguh untuk menunaikan semua hak-haknya, kita lakukan semua perintahnya selama hal tersebut tidak dalam rangka bermaksiat kepada Allah Ta’ala.

Hukum Birrul Waalidain
Tidak diragukan lagi bahwa tauhid merupakan perintah Allah Ta’ala yang terbesar dan terpenting kepada hamba-Nya. Birrul Waalidain sering sekali di sandingkan oleh Allah Ta’ala dengan perintah bertauhid. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perintah Birrul waalidain. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu”. (QS.An-Nisa’: 36).

Dalam ayat diatas Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua sebagaimana Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bertauhid dan tidak menyekutukan-Nya. Disandingkan-nya hak kedua orang tua dengan hak Allah Ta’ala adalah dalil yang tegas dan kuat akan pentingnya hak kedua orang tua, bahkan hal itu merupakan hak yang paling wajib di tunaikan setelah hak Allah Ta’ala. Sehingga begitu banyak kita dapati ayat-ayat dalam Al Qur’an yang isinya itu penggandengan antara hak Allah Ta’ala dan hak orang tua. Demikian pula banyak kita dapati hadits-hadits dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua, baik berupa perintah Birrul Waalidain maupun larangan yang berupa durhaka kepada kedua orang tua. Sehingga dalil-dalil yang ada dalam Al Qur’an dan As Sunnah menunjukkan wajibnya berbakti kepada kedua orang tua.

Keutamaan Birrul Waalidain
1.Merealisasikan Perintah Allah Ta’ala
Berbakti kepada orang tua merupakan realisasi dari perintaha Allah Ta’ala yang artinya, “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua mu dengan sebaik-baiknya”. (Al-Isro’: 23).

2.Amalan Yang Paling Utama
Karena banyaknya pintu kabaikan bagi kaum muslimin, maka hendaknya dia lebih mendahulukan amala-amalan yang paling utama, supaya mendapatkan pahala yang besar. Dan berbakti kepada orang tua merupakan salah satu dari amalan yang utama, berdasarkan hadits yang di riwayatkan oleh sahabat Abdulloh bin Mas’ud Rodiyallohu’anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam tentang amalan-amalan yang utama, lantas beliau menjawab, ‘Sholat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fii sabilillah’”. (HR Bukhari dan Muslim).

3.Ridha Allah Ta’ala Tergantung Pada Ridha Orang Tua
Sebagaimana dalm hadits Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam yang artinya, “Ridha Allah tergantung dari keridhaan orang tua dan murka Allah tergantung dari murka orang tua”. (HR Ahmad, dihasankan Syaikh Al Albani). Demikianlah, karena begitu besarnya hak orang tua sampai-sampai Allah Ta’ala menegaskan bahwa keridhaan-Nya tergantung dari keridhaan orang tua

4. Urusannya dimudahkan oleh Allah Ta’ala
Sebagaimana kisah tiga orang yang terkurung dalam gua, salah seorang diantara mereka berdo’a kepada Allah Ta’ala, “Ya Allah aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, setap hari aku selalu memerah susu untuk mereka. Suatu ketika aku bepergian jauh hingga larit malam, dan kebiasaan memerah susu tetap aku kerjakan sebagaimana biasa. Namun ketiak aku mau memberikan susu tersebut keduanya sudah tidur, aku tetap pegang susu itu dan tidak memberikannya kepada anak-anakku meskipun mereka merengek, aku tetap menanti sampai orang tuaku bangun. Ya Allah andaikan ini merupakan amalan yang baik karena-Mu maka bukakanlah puinti gua ini, akhirnya batu yang menutupi gua tersebut bergeser”. (HR Bukhari dan Muslim). Dari kisah yang ada dalam hadits ini menunjukkan pula atas bolehnya bertawassul dengan amal shalih. Dan berbakti kepada orang tua merupakan salah satu dari amal shalih yang sangat mulia.

5.Menghantarkan Seseorang Masuk Surga
Sebagaimana Allah Ta’ala mengancam orang yang durhaka kepada orang tuanya neraka. Maka berbakti kepada orang tua merupakan penghantar seseorang untuk masuk surga. Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, “Tidak akan masuk surga anak yang durhaka, pecandu minuman keras dan orang yang mendustakan taqdir”. (HR Ahmad, dihasankan Syaikh Al Albani).

6.Kedudukannya Sebagaimana Jihad Fii Sabilillah Yang Fardhu Kifayah
Tidak diragukan lagi bahwa jihad merupakan amalan yang mulia, bahkan merupakan puncak yang paling tinggi dalam agama islam. Seseorang tidak boleh berangkat jihad sampai mendapat izin dari orang tuanya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash’ rodiyallohu’anhuma, dia menceritakan ada seseorang yang datang menemui Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam untuk meminta izin berjihad, kemudian Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Kepada keduanyalah hendaknya engkau berjihad (berbakti)”. (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits ini menunjukkan bahwa jihad fii sabilillah membutuhkan izin orang tua. Para ulama’ menjelaskan bahwa maksud jihad disini adalah jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Maka hal ini menjadi bukti betapa besarnya keutamaan birrul waalidain, bahkan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menamakan perbuatan berbakti kepada kedua orang tua sebagai jihad.

Ayah atau Ibu ?
Kemudian yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah siapakah orang tua yang lebih kita dahulukan haknya ? Tidak diragukan lagi bahwa seorang ibu mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pemeliharaan dan pertumbuhan seorang anak.Hal ini juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ima Bukhari dan Imam Muslim. Yang dalam hadits Hal ini juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Yang dalam hadits tersebut Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menyatakan orang paling berhak bagi seseorang untuk berbuat baik padanya adalah seorang ibu sebanyak tiga kali kemudian bapak sebanyak sekali.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang birull waalidain, semoga bermanfaat bagi kita semua. Hanya kepada Allah Ta’ala kita meminta supaya dimudahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua kita.

——————————–
disarikan dari Buletin at-Tauhid yang ditulis oleh al-Akh Didik Suyadi, ditulis kembali di Buletin al I’tibar 16 April 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: